Dirjen Pendis: Pramuka Madrasah Strategi Kemenag Tanamkan Nilai Kebangsaan

502814

Bangka Tengah (Kemenag) — Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pramuka madrasah menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama dalam menanamkan nilai kebangsaan generasi muda.

“Pramuka nasional adalah sebuah strategi Kemenag dalam menginternalisasi nilai kebangsaan dan kemajemukan kepada para calon pemimpin bangsa,” kata Kamaruddin saat menjadi narasumber pada talkshow TVRI yang disiarkan langsung dari Bangka Tengah, Senin (15/05).

Live talkshow bertajuk ‘Pramuka Madrasah Cinta NKRI’ ini menjadi salah satu rangkaian Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Babel. Kegiatan yang diikuti lebih kurang 800 pramuka utusan provinsi di seluruh Indonesia ini menurut Kamaruddin sangat strategis dalam rangka membangun generasi bangsa.

“Pramuka madrasah yang hari ini berkumpul di Babel adalah generasi penerus bangsa yang strategi ketika kita mampu menginternalisasi nilai-nilai bangsa,” ujarnya.

“Pramuka strategis untuk menjaga kebhinekaan kita mendatang,” sambungnya.

Gubernur Erzaldi Rosman mengaku bangga provinsi yang dipimpinnya d terpilih sebagai tuan rumah PPMN III. Menurutnya, masyarakat Babel dikenal sangat plural dan majemuk. PPMN bisa menjadi wahana untuk memperkenalkan nilai-nilai kemajemukan kepada adik Pramuka sejak dini.

“Toleransi di Babel sudah terbangun sejak ratusan tahun lalu. Ini harus dikenalkan kepada generasi sekarang. Jika sejarah tidak dikenalkan ke mereka, bisa berbahaya,” ujarnya.

“Ini momen luar biasa. Kami yang berkumpul di sini memiliki tujuan bersama tentang pentingnya persatuan,” tambahnya.

Gubernur mengajak para Pramuka untuk tidak menganggap perbedaan sebagai sesuatu yang salah, tapi kekuatan yang dapat mempersatukan Indonesia. “Dan itu ada di Pramuka,” tandasnya.

Sementara Waka Kwarnas Budi Prayitno mengingatkan tentang janji Pramuka. Menurutnya, setiap anggota Pramuka terikat pada janjinya yang berbunyi:

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. menepati Dasa Dharma.

“Dengan satu janji yang sama, maka kita semua akan sangat sadar, bahwa meski berbeda, karena janjinya sama maka akan bersatu, saling menyanyangi, karena bersaudara,” tuturnya.

PPMN III berlangsung dari 14 – 20 Mei 2017. (mkd/mkd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *