Menag Hari Ini Buka Pramuka Madrasah di Maluku

Ambon (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan hari ini, Rabu (25/05) akan membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) di Ambon Maluku.  PPMN yang berlangsung 24-28 Mei 2016 ini rencananya akan diikuti oleh tidak kurang dari 800 pramuka penggalang utusan madrasah perwakilan provinsi seluruh Indonesia.

Tiba di Ambon pada Selasa (24/05) malam, Menag disambut oleh  Gubernur Maluku Said Assagaff dan Walikota Ambon Richard Luohenapessy di Bandara Pattimura Ambon. Dari bandara, Menag  menuju  Rumah Dinas Gubernur untuk menghadiri pertemuan dengan jajaran Pemprov Maluku dan Pemkot  Ambon, serta beberapa tokoh msyarakat Maluku. Ikut hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, Kepala Biro Umum Syafrizal, dan Sesmen Khoirul Huda Basyir.

Dalam sambutannya, Gubernur memamerkan keindahan Pantai Liang yang menjadi tempat kegiatan pramuka madrasah. “Menurut penelitian UNDP Jepang pada 1984, Pantai Liang menduduki ranking pertama pantai dengan pemandangan bawah laut paling indah di Indonesia. Sayang beberapa hal, belum bisa dimaksimalkan. Insya Allah ke depan bisa kita maksimalkan,” terang Gubernur.

Potensi Maluku semakin kuat seiring adanya hasil penelitian yang menyebut bahwa  Provinsi Maluku menjadi Provinsi ke-3 paling rukun umat beragamanya, dibawah NTT dan Bali. Said Assagaff berharap, ke depan, Maluku mampu menjadi provinsi paling rukun antarumat beragamanya di Indonesia.

“Kami telah menyiapkan diri dengan baik. Saat ini, di Maluku ada Islamic Center, ada Kristen Center, Katolik Center. Dan tahun ini, akan ada Buddha Center dan Hindu Center. Kami berharap kami mampu menjadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia,” imbuh Gubernur

Said mengaku pernah ditanya  Presiden Jokowi soal upaya  Pemrov menjaga kerukunan agama di Maluku. Saat itu, Said menjawab bahwa  Pemrov Maluku ingin membangun Perkampungan Multi ethnis, multi kultur dan multi agama di sekitar Bandara. Di perkampungan tersebut, semua agama akan menempatinya, mulai Aceh hingga Papua juga akan menempati Perkampungan tersebut.

“Menteri PU beberapa waktu lalu, siap membantu 300 unit rumah. Pak Jokowi juga siap meresmikannya. Pada 2018 nanti, jika Kemenag berkenan, mungkin bisa ikut membangun masjid, pure, wihara, gereja dan lain sebagainya,” harap Gubernur. (g-penk/mkd/mkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *