Ketika Menag Melepas Sore di Ambon

Ambon (Pinmas) – Di akun twitternya @lukmansaifuddin,  sebuah cuitan pendek tertulis “Jelang mendarat di Ambon Manise, jumpa senja yang aduhaaaii… Dari jendela pesawat, sepotong lanskap indah teluk Ambon yang memerah senja ia posting. Begitulah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan informasi awal kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku kepada 200.000 followernya dengan pesona Teluk Ambon di senja jingga.

Setelah sederet agenda kerja yang padat dan rapat Menag tuntaskan, dimulai dengan pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-II Tahun 2016 di Bumi Perkemahan Pantai Liang, Ambon dan diakhiri memberi arahan dan membuka resmi kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Persatuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Menag melepas penatnya bersama para Kakanwil se Indonesia di lobi Hotel yang sore itu angin Teluk Ambon bertiup tenang dan segar. Tampak juga Kapinmas Rudi Subiyantoro dan Karo Umum Syafrizal.

Diawali dengan sesi foto santai bersama para Kakanwil dengan Teluk Ambon sebagai lanskap backgroundnya, Menag mengajak mereka berkumpul dan rendevouz di lobi hotel.  Tidak ada kesan formal saat itu, forum melingkar dengan jarak yang dekat dan rapat Menag bersama para Kakanwil, menjadikan suasana sore itu semakin hangat dan cair. Ahh, semuanya terjadi begitu saja, mengalir tanpa sekat dan cair dalam tawa karena kelakar dan canda dari cerita-cerita jenaka yang dilontarkan Menag juga kakanwil-kakanwil lainnya.

Ketika pelayan mengantarkan segelas kopi pesanan Menag, Menag kemudian mengaduk kopi tersebut dengan putaran-putaran sendok yang terukur, lalu mencecap dan menghirupnya.

“Kopi itu, paling enak dinikmati ketika masih panas, juga perhitungkan saat mengaduknya,” ujar Menag memperagakan kepiawaiannya mengaduk kopi bak seorang peracik kopi profesional.

Lalu ketika pesanan minum dan penganan kecil pisang goreng yang dilumuri taburan keju dan coklat dihidangkan, Menag berkelakar. “Ini siapa yang bertanggungjawab bayarnya,” kelakar Menag yang disambut tawa lepas para kakanwil.

Gelak tawa kembali pecah, manakala Menag melontarkan anekdot cerita serombongan orang turun dari kereta dan di dalamnya ada orang Maluku, dan ketika turun dari kereta, salah seorang dari mereka terjatuh karena menginjak kulit pisang Ambon. Orang Maluku tersebut spontan bereaksi, lalu berkata, “Hei, satu suku jangan bikin celaka,” ujar Menag yang ketika menyampaikan reaksi orang Ambon tersebut menggunakan logat kental  khas Indonesia Timur. Sontak, apa yang dikatakan Menag membuat para Kakanwil dan hadirin lainnya yang bergabung dalam “konferensi meja bundar” itu terpingkal-pingkal tertawa.

Selanjutnya, sejumlah cerita dan kisah jenaka mengalir dalam forum itu, dari para kakanwil dengan cerita khas daerahnya, mereka mengeluarkan cerita jenaka andalannya masing-masing. Semuanya tampil bebas dan lepas berekspresi dengan lawakan dan anekdot-anekdotnya, bahkan Kakanwil Sumbar mendapat pujian dari Menag karena  menggunakan bahasa tubuhnya ketika bercerita. Bahkan tak urung, Menag minta Kakanwil Maluku untuk meninggikan volume suaranya saat bercerita.

“Tolong pak Kakanwil, angkat volume suaranya agar jelas ceritanya,” pinta Menag yang disambut tawa hadirin.

“Ayo siapa lagi yang mau cerita,” ajak Menag.

Ya, forum santai sore itu tak ubahnya seperti ajang Standup Comedy yang lagi ngetren bagi Menag dan Kakanwil-Kakanwilnya. Lagi-lagi Menag mampu mengundang tertawa peserta forum itu kembali pecah, saat ia bercerita kisah penyuluh saat diminta mengobati seekor hewan peliharaan salah seorang warga, kisah dua sahabat yang kemudian menjadi seorang ulama dan pastur dan cerita lainnya yang tentu akan lebih heboh kalau diceritakan langsung.

“Sepertinya, untuk asesmen, salah satu yang diasesmen bagaimana menyampaikan kisah lucu,” kelakar Menag.

Forum meja bundar itu, akhirnya bubar, karena waktu Mahgrib jelang tiba. Dan sore itu, senyum dan kelakar kecil masih terdengar ketika kisah-kisah jenaka tadi dikutip lagi. Semuanya melepas sore itu dengan ringan dan santai, penat dan lelah pergi entah kemana, semuanya kembali rileks dan bersiap menyongsong kerja kembali esok.

Sebuah cuitan pendek kembali ditulis Menag di akun twiterya yang mungkin ditulis dalam perjalanannya ke bandara Pattimura Maluku; Melepas rutinitas sambil melepas sore bersama kepala kanwil se-Indonesia…..(dm/dm).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *