Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam Harus Percaya Diri

sejumlah-mahasiswa-antre-registrasi-untuk-mengikuti-acara-_121019203841-796

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Cendekiawan Muslim Prof KH Didin Hafidhuddin menilai lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) belum begitu siap memasuki putaran Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku awal tahun ini. Menurutnya, hal tersebut lebih disebabkan karena terkendala faktor psikologi.

“Kebanyakan faktor penghambat dalam menghadapi MEA adalah faktor psikologi bukan semata-mata faktor kemampuan,” kata Didin, Senin (4/1).

Pada umumnya, Didin melihat orang Indonesia memiliki kecenderungan untuk rendah diri ketika berhadapan dengan tenaga kerja dari nagara lain. Untuk itu, kata Didin, perlu dilakukan upaya-upaya meningkatkan rasa percaya diri dimulai dari kalangan akademisi tak terkecuali PTKI.

Upaya yang harus dilakukan adalah memberikan motivasi-motivasi kepada mahasiswa dalam mata kuliah.

“Jadi mahasiswa kurang termotivasi, padahal seharusnya mengajar bukan berarti hanya fokus dengan aspek pengetahuan tetapi aspek motivasi juga perlu ditanamkan,” tegas Didin.

Didin mengusulkan kepada pimpinan PTKI atau pun pemerintah agar semua calon lulusan sebelum wisuda diberikan pelatihan motivasi selama seminggu. Pelatihan ini dimaksudkan agar para calon lulusan tegar menghadapi dunia kerja.

Sementara untuk para mahasiswa atau lulusan PTKI, Didin menyarankan harus mulai mengubah orientasi. Mahasiswa yang biasanya setelah lulus berorientasi menjadi pegawai harus mengubah orientasi untuk berwirausaha atau berwiraswasta.

“Para mahasiswa harus membuka wawasan bahwa mencari rezeki bukan hanya sekedar menjadi pegawai,” kata Didin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *